Minggu, 25 November 2018
Tugas 5
Private Sub Command1_Click()
Text3 = Val(Text1) + Val(Text2)
Text6 = Val(Text4) * Val(Text5)
Text9 = Val(Text7) - Val(Text8)
Text12 = Val(Text10) / Val(Text11)
End Sub
Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
Private Sub Command2_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = ""
Text2 = ""
Text3 = ""
Text4 = ""
Text5 = ""
Text6 = ""
Text7 = ""
Text8 = ""
Text9 = ""
Text10 = ""
Text11 = ""
Text12 = ""
End Sub
Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text2.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text10_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text11.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text11_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text12 = Val(Text10) / Val(Text11)
End If
End Sub
Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text3 = Val(Text1) + Val(Text2)
Text4.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text4_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text5.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text5_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text6 = Val(Text4) * Val(Text5)
Text7.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text7_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text8.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text8_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text9 = Val(Text7) - Val(Text8)
Text10.SetFocus
End If
End Sub
Tugas 4
Private Sub Command1_Click()
Text3 = Val(Text1) + Val(Text2)
Text6 = Val(Text4) * Val(Text5)
Text9 = Val(Text7) - Val(Text8)
Text12 = Val(Text10) / Val(Text11)
End Sub
Private Sub Command2_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = ""
Text2 = ""
Text3 = ""
Text4 = ""
Text5 = ""
Text6 = ""
Text7 = ""
Text8 = ""
Text9 = ""
Text10 = ""
Text11 = ""
Text12 = ""
End Sub
Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text2.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text4.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text4_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text5.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text5_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text7.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text7_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text8.SetFocus
End If
End Sub
Tugas 3
If KeyAscii = 13 Then
Txtn2.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Txtn2_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Txthasil = Val(txtn1) * Val(Txtn2)
End If
End Sub
Private Sub Cmdhitung_Click()
Txthasil = Val(txtn1) * Val(Txtn2)
End Sub
Private Sub Cmdbersih_Click()
txtn1.SetFocus
txtn1 = ""
Txtn2 = ""
Txthasil = ""
End Sub
Private Sub cmdhasil_Click()
End
End Sub
Tugas 2
Txthasil = Val(txtn1) * (Txtn2)
End Sub
Private Sub Cmdbersih_Click()
txtn1.SetFocus
txtn1 = ""
Txtn2 = ""
Txthasil = ""
End Sub
Private Sub cmdhasil_Click()
End
End Sub
Private Sub Txtn2_Change()
End Sub
Private Sub Txtn1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Txtn2.SetFocus
End If
End Sub
Tuggas 1
If KeyAscii = 13 Then
Text2.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text3.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub Command1_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = ""
Text2 = ""
Text3 = ""
End Sub
Private Sub Command2_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = ""
Text2 = ""
Text3 = ""
End Sub
Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
Senin, 19 November 2018
Mirip Kitt di Knight Rider, Mobil BMW Bisa Dikendalikan dari Smartphone
Mirip Kitt di Knight Rider, Mobil BMW Bisa Dikendalikan dari Smartphone
Oleh Arief Aszhari pada 27 Feb 2018, 18:18 WIB
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1942220/original/056602200_1519723756-BMW_Smartphone.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Teknologi di industri otomotif semakin berkembang pesat. Mulai dari mobil listrik maupun hybrid, mobil tanpa supir (autonomous), hingga mobil terbang.
Dalam gelaran yang diadakan setiap tahun di Barcelona, salah satu pabrikan mobil premium, BMW memamerkan inovasi terbaru. Semua teknologi yang diperlihatkan, menggabungkan teknologi masa kini dan masa depan yang diyakini jenama asal Jerman ini akan mengubah cara berkendara.Salah satu yang keren, adalah demo yang dipamerkan perusahaan MWC dengan menggunakan mobil listrik BMW i3 otonom. Mobil ini, bisa dikendalikan atau dipanggil dengan hanya menggunakan smartphone.
Jika masih ingat dengan mobil Kitt, milik Michael Knight di serial televisi populer Knight Rider, mobil ini hampir sama. Begitu mobil tiba, tanpa ada pengemudi di balik kemudi, BMW i3 ini mampu berjalan sendiri.
Sistem hiburan di mobil ini juga memungkinkan dikontrol lewah smartphone, dan mampu menghidupkan beberapa fungsi kendaraan, seperti lampu utama, membuka dan mengunci pintu. Kerennya lagi, ketika pemilik sampai di tujuan, tinggal turun, kunci mobil lewat smartphone, dan mobil menuju tempat parkir sendiri.
Untuk teknologi tersebut, memang masih membutuhkan waktu untuk benar-benar bisa tersedia dan dibeli.
Kunci DigitalNamun, dalam waktu dekat, pemilik bisa menggunakan BMW Digital Key untuk mengunci dan membuka kunci mobil asal Jerman kesayangan tersebut.
Salah satu fitur yang tidak kalah canggih juga, kunci digital ini bisa berbagi dengan maksimal lima orang lainnya. Fitur ini, dijadwalkan akan tersedia pada Juli 2018, dan hanya bisa diaplikasi menggunakan smartphone Samsung.
Sebenarnya, kunci menggunakan smarpthoneini bukan teknologi baru, karena Tesla sudah terlebih dahulu menggunakannya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/716131/original/17890957421753887289.jpg)
Bank Dunia: Perkembangan Teknologi Butuh Dukungan Pemerintah
Bank Dunia (World Bank) dan pihak terkait mengkritisi peran pemerintah yang hingga saat ini belum membuat regulasi terhadap kehadiran teknologi yang telah mengubah pola aktivitas ekonomi dari konvensional menuju online.
Vice President Middle East and North Africa of World Bank Group, Ferid Belhaj, mengatakan teknologi online kini sudah menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat milenial, juga turut mempengaruhi dunia industri.
"Industrialisasi bagus, tapi itu belum cukup. Sektor ekonomi dan policy baru juga mulai terbangun. Oleh karena itu, kita (Bank Dunia) butuh pembicaraan serius akan ini dengan pemerintah. Butuh ditopang regulasi dari pemerintah," ujar dia di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).
Kebijakan pemerintah, lanjutnya, dinilai perlu agar para pelaku bisa beradaptasi sekaligus mengurangi risiko bisnis saat beraktivitas di pasar online.
Sementara itu, Director Human Development & Economic Management Bank Dunia, Augusto Tano Kouame, mengatakan, teknologi online turut membuat aktivitas perdagangan bergerak semakin cepat. Dia menilai, partisipasi pemerintah penting untuk memonitor data yang bergulir di online market.
"Pemerintah juga harus terdigitalisasi, sebab pergerakan data harus dipantau. Kita harus kontrol penggunaan new technology.Pemerintah harus bisa lebih agiledalam menghadapi perubahan teknologi, dan harus siap," tegasnya.
Pangeran Arab Saudi Ingin Jadi Raja Industri Teknologi Dunia
Pangeran Muhammad bin Salman atau yang dikenal dengan panggilan MBS, kembali mengambil langkah berani dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi Arab Saudi. Kali ini, ia ingin Arab Saudi merajai industri teknologi.
Dilansir Forbes, Selasa (22/5/2018), MBS menyiapkan cetak biru (blueprint) reformasi bernama Vision 2030 yang memiliki fokus besar pada teknologi dan pusat jaringan data.
Fokus pada teknologi datang di waktu yang sempurna untuk perkembangan daerah ini," ucap Hasan Haider, mitra dari firma modal ventura 500 Startups yang berinvestasi di Timur Tengah.
Haider menambahkan, karena harga minyak sedang turun, maka pemerintah dan industri tradisional tidak bisa lagi berperan sebagai pemberi pekerjaan, apalagi karena lulusan muda sudah semakin banyak.
Untuk mencapai ambisi teknologi tersebut, MBS telah membuat beragam perjanjian seperti kemitraan dengan Google untuk membangun pusat teknologi besar di Arab Saudi, serta mendirikan layanan keamanan siber nasional dengan Raytheon, perusahaan senjata dan elektronik asal Amerika Serikat (AS).
Pada April lalu, MBS juga sempat bertemu dengan CEO dan pendiri Amazon Jeff Bezos, CEO Microsoft Satya Nadella, dan pendiri Google Sergey Brin.
MBS bahkan turut menyambangi Universitas Harvard dan Institut Teknologi Massachusetts untuk mendiskusikan perjalanan luar angkasa.
Rencananya, Snapchat, Apple, dan Amazon juga sedang melakukan diskusi untuk membuka kantor mereka di Arab Saudi.
Cegah Siswa Menyontek, Negara Ini Cabut Koneksi Internet
Siapa yang tak bisa hidup tanpa internet? Di zaman sekarang ini, internet rasanya sudah menjadi instrumen utama untuk menunjang kehidupan, mulai dari mengakses informasi, menonton video, hingga melakukan aktivitas perpesanan online, mulai dari transportasi, makanan, dan masih banyak lagi.
Namun di Aljazair tidak demikian. Menurut yang dilansir Ubergizmo pada Jumat (22/6/2018), negara tersebut baru saja memutuskan akses internet ke seluruh masyarakatnya.
Adapun alasan pemerintah Aljazair memutuskan internet karena untuk mencegah siswanya menyontek dalam ujian.
Walau begitu, pemutusan internet ini tidak akan bersifat permanen. Pemutusan akan berlangsung hanya beberapa jam selama masa ujian berlangsung pada akhir Juni ini.
Mungkin banyak yang mengira kebijakan pemerintah ini terlalu berlebihan. Pada kenyataannya, pada 2016, Aljazair merupakan salah satu negara dengan kasus kecurangan terbesar di bidang pendidikan.
Waktu itu, banyak bocoran pertanyaan ujian yang bocor di internet. Melihat hal tersebut, Menteri Pendidikan Aljazair Nouria Benghabrit, memutuskan untuk menyetop akses internet sementara agar para siswa tidak lagi berbuat curang.
Mahasiswa Binus Raih Juara Pertama Kompetisi Data Science Se-ASEAN
-SAP dan ASEAN Foundation kembali mengadakan kompetisi data science tahun keduanya. Adapun kompetisi bernama ASEAN Data Science Explorer (DSE) tersebut ditutup dengan babak final tingkat nasional, yang dihelat di Universitas Indonesia.
Kompetisi ini diikuti dari peserta mahasiswa dari seluruh Indonesia. Para pemenang dianugerahi tiga penghargaan teratas untuk wawasan dan ide-ide inovatif mereka terkait menangani isu-isu sosial dan ekonomi di kawasan ASEAN.
Bertajuk "Anak Muda Masa Kini untuk Masa Depan Dunia," kompetisi ini memungkinkan anak muda dari negara-negara anggota ASEAN memegang peran kunci dalam mengatasi masalah sosial saat ini dan membantu menciptakan perubahan positif untuk masa depan yang lebih baik.
Tim OWL dari Universitas Bina Nusantara (Binus), berhasil menduduki posisi juara di Babak Final Tingkat Nasional.
Sementara itu, posisi runner-uppertama diraih Tim Gray Matters, dan runner-up kedua diperoleh Tim Ganesha. Kedua timrunner-up berasal dari Institut Teknologi Bandung.
“Berpartisipasi dalam ADSE merupakan peluang besar bagi kami untuk melaksanakan peran kami dalam mengubah dunia. Teknologi SAP telah membantu kami mempelajari bagaimana kuatnya data dapat menciptakan perubahan dan membantu kami berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di ASEAN,” kata Angelia Dwi Handoko and Tasia Rosalina Tedjo Purnomo, salah satu tim finalis dari Universitas Surya.
“Untuk mengatasi permasalahan rumit seperti dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, anak muda kita harus terbiasa dengan teknologi terbaru untuk menemukan solusi baru untuk masalah saat ini dan masa depan," ujar Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia, yang juga menjadi bagian dari panel juri untuk kompetisi, di Jakarta, Kamis (13/9/2018).
"ASEAN Data Science Explorers (ADSE) adalah langkah pertama bagi anak muda Indonesia untuk bekerja memecahkan masalah dunia dengan menggunakan data dan analisis yang dapat diukur secara nyata,” tambahnya.
Pemanfaatan Teknologi Diharapkan Bisa Menciptakan Zero Accident
6Dalam rangka perayaan HUT ke-63 Lalu Lintas Bhayangkara, Korps Lalu Lintas Polri kembali menggelar pameran Road Safety Zero Accident. Kegiatan yang merupakan bagian dari keselamatan di jalan raya ini berlangsung 12-14 Oktober 2018 di Mall Cilandak Town Square, Jakarta.
Tidak cuma mendapat ilmu dan pemahaman terkait keselamatan di jalan raya, pengunjung juga bisa bertanya langsung terkait peraturan tata tertib berlalu lintas, angkutan umum hingga asuransi kecelakaan.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budianto menyampaikan, budaya tertib lalu lintas harus digaungkan lagi kepada generasi milenial saat ini. Menurutnya, pendekatan terhadap generasi milenial bisa dilakukan dengan cara yang berbeda, seperti pemanfaatan teknologi misalnya di media sosial.
Meski demikian, cara konvensional seperti pemberian teori serta praktek safety riding dan driving tetap dilakukan.
"Kita secara periodik melakukan kegiatan-kegiatan misalnya safety riding dan safety driving, dalam kegiatan tersebut kita kombinasikan antara teori dan praktek dilapangan,"
"Kedua kita akan mengembangkan penegakan hukum yang didukung oleh elektronik. Kita sudah memasang beberapa kamera CCTV ANPR (Automatic Number Plate Recognition) dimana alat tersebut bisa langsung menangkap gambar atau meng-capture kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas," terang Budianto dalam keterangan resminya.
Selanjutnya
Disebutkan, dengan pemanfaatan teknologi ini kepolisian tidak akan bersentuhan langsung dengan pelanggar. Menurut Budiyanto, ini sekaligus mengurangi presepsi buruk yang selama ini ada polisi dalam hal berdamai dengan pelanggar.
Seperti diketahui, jika pengendara terbukti melakukan pelanggaran, polisi akan mengirimkan surat konfirmasi melalui email, WhatsApp atau langsung ke alamat pelanggar. Tujuannya untuk memvalidasi data diri pemilik kendaraan. Saat ini pihak Polda Metro Jaya sudah disosialisasikan mulai 1 Oktober 2018.
"Kamera CCTV sudah kita pasang dibeberapa titik. misalnya di persimpangan patung kuda, Sarinah dan nantinya akan kita pasang di beberapa titik perempatan lain. Tapi ini belum ada sanksi penegakan hukum. Saat ini yang dilakukan adalah sanksi sosial karena ini masih uji coba," jelasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, dengan adanya kampanye Road Safety Zero Accident ini diharapkan bisa menekan angka kecelakaan yang masih terbilang tinggi. Meskipun tahun ini mengalami penurunan.
Hitachi Pamer Teknologi Pelacak Berbasis Kecerdasan Buatan
Asia Indonesia (Hitachi) memamerkan teknologi pendeteksi dan pelacak di Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018 yang diadakan mulai hari ini, Rabu (31/10/2018) hingga Jumat (2/11/2018).
Teknologi tersebut memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) untuk membedakan orang secara real-time ke lebih dari 100 kategori karakteristik eksternal, seperti jenis kelamin, warna baju, barang, dan lainnya.
Lewat kamera keamanan di ruang publik, pihak yang mencurigakan atau anak hilang bisa dilacak melalui informasi dari para saksi mata.
"Hitachi memegang komitmen untuk berkontribusi terhadap industri keamanan di Indonesia untuk menjaga lingkungan yang aman bagi masyarakat. Kami menantikan untuk bersama-sama dengan para stakeholders lain untuk membangun masa depan yang aman," kata Takashi Ikematsu selaku President Director Hitachi Asia Indonesia.
Teknologi tersebut dapat menganalisa keseluruhan gambar orang yang terdeteksi, memonitor dan melacak dari tampilan gambar orang dari sudut belakang.
Hal ini dapat berguna saat analisa tidak dapat dilakukan ketika wajah orang tersebut tidak terlihat atau jarak yang terlalu jauh.
Unik, China Akan Luncurkan Bulan Buatan Tahun 2020 Mendatang
Selain Jepang, Chinamerupakan salah satu negara yang didukung dengan berbagai teknologi canggih. Hal ini membuat mereka dengan mudah melakukan berbagai inovasi. Namun saking canggihnya, tak jarang inovasi tersebut justru membuat kita tak habis pikir dibuatnya.
Seperti terobosan China yang baru-baru ini membuat heboh publik. Bagaimana tidak, China khususnya kota Chengdu dilaporkan akan meluncurkan 'bulan' buatan pada tahun 2020 mendatang.
"Bulan" ini nantinya akan memiliki cahaya delapan kali lebih terang dari Bulan yang asli. Nyatanya tujuan utama diluncurkannya bulan dalam bentuk satelit penerangan ini adalah untuk menggantikan lampu kota yang menerangi kota Chengdu, China dan sekitarnya.
Nantinya satelit bulan buatan ini akan memancarkan sinar di area dengan diameter 10 sampai 80 kilometer. Satelit bulan ini akan memiliki lapisan yang dapat memantulkan cahaya dari matahari dengan sayap seperti panel surya. Sayap-sayap ini nantinya bisa dikendalikan untuk menyinari daerah-daerah tertentu.
Sebelum diluncurkan 2 tahun mendatang, pengujian satelit penerangan ini memang sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu. Hingga kini sedang dalam tahap pematangan teknologi. Jika nantinya terobosan ini berhasil diluncurkan, bulan buatan ini diharapkan bisa mengurangi pemakaian listrik untuk penerangan kota. Terlepas dari itu, bulan buatan ini juga diharapkan bisa menarik banyak turis asing untuk berkunjung ke kota Chengdu.
Smartphone Layar Fleksibel Milik LG Diharapkan Meluncur Pada Ajang CES
Beberapa perusahaan besar seperti Samsung dan LG telah lama dikabarkan tengah mengembangkan smartphone fleksibel yang layarnya dapat dilipat. Tak hanya itu saja, perusahaan seperti Lenovo dan Huawei juga dikabarkan tengah mengerjakan perangkat serupa. Bahkan hingga FlexPai diumumkan sebagai smartphone foldable pertama di dunia, perusahaan yang disebutkan tersebut belum siap dengan perangkat milik mereka. Namun baru-baru ini ada sebuah laporan baru yang menunjukkan bahwa smartphone foldable LG akan diluncurkan pada CES 2019.
Home Ponsel PonselPonsel Menarik Smartphone Layar Fleksibel Milik LG Diharapkan Meluncur Pada Ajang CES 2019 By Reza Hendrawan - Nov 1, 2018 0356 (gambar: BGR) Beberapa perusahaan besar seperti Samsung dan LG telah lama dikabarkan tengah mengembangkan smartphone fleksibel yang layarnya dapat dilipat. Tak hanya itu saja, perusahaan seperti Lenovo dan Huawei juga dikabarkan tengah mengerjakan perangkat serupa. Bahkan hingga FlexPai diumumkan sebagai smartphone foldable pertama di dunia, perusahaan yang disebutkan tersebut belum siap dengan perangkat milik mereka. Namun baru-baru ini ada sebuah laporan baru yang menunjukkan bahwa smartphone foldable LG akan diluncurkan pada CES 2019. (gambar: BGR) Consumer Electronics Show adalah acara tahunan yang digelar di kota Las Vegas, AS di mana banyak teknologi baru diperkenalkan pada acara tahunan tersebut. Ini akan menjadi panggung yang sempurna bagi LG untuk memperkenalkan perangkat fleksibel miliknya. Sekarang diharapkan bahwa LG akan mengungkap perangkat tersebut di acara besar ini yang akan berlangsung bulan Januari tahun depan. Laporan tentang peluncuran handset ini berasal dari Evan Blass alias @evleaks, seorang leaker Twitter yang diyakini mendapat informasi tentang hal-hal seperti itu dan ia memiliki track record yang baik. Menurut kirimannya di Twitter hari ini bahwa LG “berencana” untuk memperkenalkan smartphone foldable pada CES 2019. Sayangnya untuk saat ini belum ada rincian tambahan yang terungkap pada saat ini sehingga tidak jelas bagaimana smartphone lipat LG akan terlihat seperti apa, spesifikasi apa yang akan akan diusungnya, dan berapa harga yang akan dibanderol. Selain itu, tidak jelas kapan LG benar-benar akan merilis perangkat meski diumumkan pada CES 2019. Sementara smartphone foldable milik Samsung juga diharapkan akan dirilis awal tahun depan untuk bersaing
Nasib Bolt Diputuskan Sebelum Jam 00.00 Malam Ini
JAKARTA, KOMPAS.com - Proses penerbitan Surat Keputusan (SK) pencabutan izin penggunaan frekuensi 2,3 Ghz milik Bolt tengah tertunda. Pasalnya PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) mengajukan proposal pembayaran untuk melunasi tunggakan pada pemerintah.
Proposal tersebut dikirimkan pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Senin (19/11/2018) siang hari. Saat ini, pihak Kominfo yang diwakili Dirjen SDPPI, Ismail tengah berdiskusi dengan Kementerian Keuangan terkait proposal tersebut.
Menurut Plt. Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam proposal itu PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) menyanggupi untuk membayar tunggakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi 2,3 Ghz. Mereka menjanjikan akan membayar BHP sampai tahun 2020 mendatang.
Kendati demikian, bukan berarti SK pencabutan izin tersebut batal terbit. Pasalnya Kominfo akan mendengar rekomendasi dari Kementerian Keuangan terkait pembayaran tunggakan PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) ini.
Sadimin Raih IPK Tertinggi STMIK Pringsewu
KabarIndonesia – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu, Rabu (30/9) mewisuda 160 mahasiswanya, masing-masing 40 mahasiswa Program D1 Manajemen Informatika dan Akutansi, 49 dari D3 Manajemen Informasi (MI) dan sisanya 71 mahasiswa dari jurusan Sistem Informasi.
Tri Susilowati dari SI Sistem Informasi mendapat predikat terbaik (Cumlaud) dengan indek prestasi tertinggi yakni 3.63, lulus dengan pujian, disusul Lilin Mawarti dengan IPK 3,46 dan Odi Saputra sebagai terbaik ketiga dengan IPK 3,57.
Sedangkan dari jurusan Manajemen Informatika dan Akutansi, Eli Ayus Dianti mendapat predikat terbaik dengan IPK tertinggi yakni 3.67, lalu Nurmawati dengan IPK 3,65 dan Parizal Ali sebagai terbaik ketiga dengan IPK 3,57.
Sementara itu rekor terbaik pada jurusan Manajemen Informatika masing-masing dipegang oleh Sadimin dengan IPK 3,76, Tri Sutrisno dengan IPK 3,68 dan Oktafianto dengan IPK 3,60.
Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STMIK Pringsewu, Andreas Andoyo, S.Sos mengatakan, wisuda kalin ini merupakan tahun ke-10 bagi STMIK Pringsewu meluluskan mahasiswanya.
“Ini wisuda yang ke-10 bagi STMIK Pringsewu, mudahan-mudahan dengan bekal yang didapat dari STMIK dapat menjadi modal alumni agar siap menghadapi persaingan kerja,” harapnya.
Sementara itu, Ketua STMIK Pringsewu, Rita Irviani, SE mengatakan, para wisudawan merupakan generasi penerus bangsa dan calon pemimpin negara, untuk itu kepada para wisudawan dihimbau untuk terus maju, senantiasa menjaga nama baik diri dan bangsa dengan menyongsong masa depan yang baik.
“Para wisudawan diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dengan cara yang mudah diterima dan dimengerti oleh masyarakat,” ujar Rita.
Ia juga mengingatkan para wisudawan akan tingginya persaingan dunia kerja saat ini, menurutnya dibutuhkan kerja keras dan semangat juang untuk tidak mudah menyerah untuk dapat bersaing dengan kerasnya persaingan kerja dan usaha.
Selain itu, lanjtunya, penting sekali untuk memupuk jiwa kemandirian agar tidak selalu menggantungkan nasib menjadi karyawan.
“Saat ini Bangsa Indonesia telah menunggu karya-karya terbaik generasi bangsa untuk bangkit menjadi negara yang besar,” ujarnya.
Kloter Dua KI Mahasiswa STMIK Pringsewu Berangkat ke Bandung dan Yogya Kloter Dua KI Mahasiswa STMIK Pringsewu Berangkat ke Bandung dan Yogya
Pringsewu—Ketua Yayasan Startek Lampung, Fauzi, S.E. M.Kom. AKt., melepas para mahasiswa STMIK Pringsewu untuk melakukan kunjungan industri, Minggu (16/3). Rombongan KI mahasiswa mahasiswa STMIK Pringsewu Jurusan Sistem Informasi dan Manajemen Informatika untuk kloter 2 tersebut berjumlah 245 mahasiswa dan didampingi oleh 6 dosen pembimbing akan mengunjungi RT 36 Kampoeng Cyber, PT. KANISIUS, dan Pabrik Tahu Susu Lembang,
Sebelumnya, KI mahasiswa STMIK Pringsewu Jurusan Sistem Informasi dan Manajemen Informatika kloter 1 sudah berangkat ke Yogyakarta dan Bandung pada 2—7 Maret 2014 berjumlah 243 mahasiswa. Mereka didampingi oleh 7 dosen pembimbing. Kini giliran kloter 2 yang akan bertolak ke Yogya dan Bandung (16—21 Maret 2014).
Kunjungan industri adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh Perguruan Tinggi STMIK Pringsewu jurusan sistem informasi dan manajemen informatika sebagai salah satu cara untuk menambah ilmu dan pengalaman yang dibutuhkan dunia kerja yang belum didapatkan dalam perkuliahan.
Fauzi mengatakan, dengan kunjungan industri, para mahasiswa akan lebih mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada secara langsung, sehingga mereka menganalisis dan membandingkan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari dalam perkuliahan dengan praktik yang ada dalam dunia kerja.
Minggu, 18 November 2018
KETUA STMIK PRINGSEWU PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN
STMIK Pringsewu Kabupaten Pringsewu – Lampung.
Upacara penghormatan berlangsung pagi ini di halaman kampus STMIK Pringsewu. Tampak dalam barisan, Bapak/Ibu Dosen STMIK Pringsewu, Mahasiswa dan Resimen Mahasiswa.
Ketua STMIK Pringsewu Hj. Rita Irviani, M.M bertindak sebagai inspektur upacara. Komandan upacara Danki Resimen Mahasiswa STMIK Pringsewu (Sandi Royan Saputra)
STMIK PRINGSEWU – OJK MENGAJAR
STMIK PRINGSEWU– Jum’at (31/3), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mengenalkan diri dan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa/mahasiswi STMIK Pringsewu & STIT Pringsewu di auditorium Lt. II STMIK Pringsewu, Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Yayasan Bapak DR. H. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., CA
OJK berkewajiban memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada para mahasiswa atas karakteristik sektor jasa keuangan, layanan dan produknya,” kata Pak Wendi Rahmadi Deputi Direktur Pengawasan OJK Provinsi Lampung, yang didampingi oleh Bapak Milado Pani (Kasubag. Pengawasan Pasar Modal), Bapak Dwi Krisna Yudi (Kasubag. Edukasi), Ibu Dewi Indah Hanggono (Staff Edukasi dan Perlindungan Konsumen) di auditorium Lt. II STMIK Pringsewu.
Dalam kegiatan itu ada beberapa materi yang disampaikan seperti, pengenalan tentang OJK, industri jasa keuangan dan tentang simpanan pelajar yang disampaikan oleh bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. OJK adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK dalam pengaturan dan pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, serta menggantikan peran Bank Indonesia dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan:
1. terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel;
2. mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; dan
3. mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan peran Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) sebagai salah satu komponen penting dalam sistem keuangan. Dalam menjalankan bisnisnya, terdapat IKNB yang melakukan pengelolaan risiko dengan menerima premi/iuran/imbal jasa penjaminan yang selanjutnya diinvestasikan untuk memenuhi kewajibannya, seperti Asuransi, Dana Pensiun, dan Perusahaan Penjaminan.
Selain itu, terdapat pula IKNB yang melakukan penyaluran pinjaman atau pembiayaan, seperti Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Pergadaian, dan Lembaga Keuangan Mikro.
IKNB sebagai salah satu komponen penting sistem keuangan yang menjalankan fungsi intermediasi bagi berbagai kegiatan produktif di dalam perekonomian nasional sebagai alternatif sumber pendanaan sekaligus melakukan proteksi terhadap risiko usaha, khususnya pada sektor industri kreatif, UMKM, sektor infrastruktur, dan usaha rintisan/start up.
BUPATI LEPAS MAHASISWA STMIK & STIT PRINGSEWU
STMIK PRINGSEWU– Bupati Pringsewu Hi.Sujadi melepas mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu yang akan melaksanakan KKN di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Prosesi pelepasan berlangsung di pendopo Pemkab Pringsewu, Rabu (26/7).
Mahasiswa kedua sekolah tinggi yang akan melaksanakan KKN selama 40 hari kedepan, seluruhnya berjumlah 304 mahasiswa STMIK, serta 29 mahasiswa STIT. Mereka akan disebar di 33 pekon atau desa di 8 kecamatan, dari 9 kecamatan yang ada di Pringsewu.
Bupati Pringsewu Hi. Sujadi dalam sambutannya berharap para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dapat melaksanakan tugas dan pembelajaran dengan baik, sekaligus dapat turut membantu dan menunjang pembangunan di masing-masing pekon yang menjadi sasaran. “Adik-adik mahasiswa nanti dapat belajar banyak dari pengalaman selama terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, beliau juga mengingatkan agar para mahasiswa berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk dalam menerima dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya serta berita-berita palsu (hoax)”, ucapnya.
Dalam sambutannya, ketua STMIK Pringsewu Hj. Rita Irviani Fauzi mengatakan, Kegiatan KKN di STMIK dan STIT Pringsewu adalah salah satu program wajib dalam setiap tahun akademik bagi mahasiswa, sebelum masa purna mereka mengikuti kegiatan akademik dan dinyatakan lulus sebagai sarjana (S-1). Di antara keragaman implementasi misi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya, mencakup Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat) oleh institusi dan civitas akademika STMIK dan STIT Pringsewu ini, saya kira, kegiatan pengabdian masyarakat seperti KKN ini tetap menjadi pilihan yang baik untuk mewujudkan hubungan antara kampus dan masyarakat. Oleh karena itu, sangat besar harapan saya kepada berbagai pihak yang berkompeten untuk turut membantu pelaksanaan kegiatan KKN STMIK dan STIT Pringsewu ini sehingga benar-benar menjadi media pembelajaran praktis kepada para mahasiswa kami. Khususnya kepada Bapak Camat beserta Bapak dan Ibu Lurah dan Kepala Pekon yang wilayahnya menjadi lokasi mahasiswa KKN STMIK dan STIT Pringsewu. Arahan dan bimbingan dari Bapak dan Ibu sekalian kepada para mahasiswa kami sangat kami harapkan.
Kepada peserta KKN STMIK dan STIT Pringsewu saya pesankan agar benar-benar melaksanakan tugas pengabdian masyarakatnya dalam kegiatan KKN ini. Tunjukkan bahwa sebagai mahasiswa di daerah, anda semua benar-benar mampu memberikan yang terbaik bagi daerah anda yang tercinta ini, saya atas nama seluruh komponen civitas akademika mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan KKN STMIK dan STIT Pringsewu.
STMIK PRINGSEWU – RESIMEN MAHASISWA GELAR SEMINAR “MENCEGAH RADIKALISME”
STMIK PRINGSEWU – Senin (2/10), maraknya paham radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI akhir-akhir ini menggugah resimen mahasiswa batalyon 208 Raider Pringsewu untuk melakukan gerakan perlawanan. Gerakan tersebut dengan melaksanakan seminar “Peran Mahasiswa dalam mencegah Radikalisme di Lingkungan Kampus dan Masyarakat”.
Kegiatan tersebut merupakan program kerja staf komando resimen mahasiswa Raden Intan Batalyon 208 Raider Pringsewu tahun 2017-2018 tentang pelaksanaan seminar serta kesepakatan bersama empat menteri : menteri pertahanan, menteri dalam negeri, menteri riset teknologi dan dikti, menteri pemuda dan olah raga nomor KB/11/XII/2014, 421.73/6660A/SJ, 6/M/MOU/XII/2014, 1175 tahun 2014 tanggal 19 Desember 2014 tentang pembinaan dan pemberdayaan resimen mahasiswa Indonesia dalam bela negara.seminar “Peran Mahasiswa dalam mencegah Radikalisme di Lingkungan Kampus dan Masyarakat” yang berlangsung di Auditorium Lt. II STMIK Pringsewu dihadiri oleh dandim 0424 Tanggamus Letkol Inf. Hista Soleh Harahap sekaligus selaku narasumber, Danramil Pringsewu Kapten Inf Redi Kurniawan, Wakil Ketua I Bidang Akademik Elisabet Yunaeti A, M.T.I, Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaa Nur Aminudin, M.T.I, Kaprodi Sistem Informasi Tri Susilowati, M.T.I, bapak/ibu dosen serta 284 mahasiswa STMIK Pringsewu.
Seminar “Peran Mahasiswa dalam mencegah Radikalisme di Lingkungan Kampus dan Masyarakat” dibuka oleh Wakil Ketua III bidang kemahasiswaan Nur Aminudin, M.T.I, beliau mengatakan mengapresiasi langkah resimen mahasiswa dalam mencegah peredaran paham radikalisme, penyebaran paham radikalisme tidak terlepas dari pengaruh dan dampak isu global yang terjadi, Kegiatan ini menunjukkan komitmen resimen mahasiswa dalam mencegah paham radikalisme terutama di lingkungan kampus dan masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI, ucapnya dalam sambutan.
Dandim 0424 Letkol Inf. Hista Soleh Harahap selaku narasumber mengatakan, gerakan radikalisme yang dapat meruntuhkan rasa kebangsaan dan persatuan semakin mengkhawatirkan, maka perlu ada pemahaman pancasila, Pancasila merupakan lambang serta dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dipahami, dihayati, dimengerti serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut supaya nilai-nilai luhur Pancasila tidak luntur mengingat upaya yang dilakukan oleh kelompok radikalisme. Maraknya gerakan radikal yang terjadi dengan sasaran generasi muda, Kodim 0424 Tanggamus melakukan langka antisipasi dengan memberikan materi seminar “Peran Mahasiswa dalam mencegah Radikalisme di Lingkungan Kampus dan Masyarakat” dengan materi dialog interaktif mencegah gerakan radikalisme dengan mendalami ideologi yang sesungguhnya. Beliau mengimbau kepada mahasiswa agar dapat selalu berpedoman pada Pancasila dan selalu bertindak proaktif dalam pencegahan
REVOLUSI MENTAL DAN WAWASAN KEBANGSAAN
PRINGSEWU – Rabu (25/10), forum keserasian sosial Pekon Mulyorejo Kecamatan Banyumas mengadakan kegiatan dialog tematik dengan tema “Wawasan Kebangsaan” yang berlangsung di Balai Pekon Mulyorejo Kecamatan Banyumas.
Ponidi, M.Pd selaku narasumber dari STMIK Pringsewumengatakan, wawasan kebangsaan dapat juga diartikan sebagai cara memandang / sudut pandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati diri sebagai suatu bangsa dalam memandang dirinya dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal
Wawasan Kebangsaan Indonesia juga dikenal sebagai sebuah pedoman yang masih bersifat filosofia normatif. Sebagai perwujudan dari rasa dan semangat kebangsaan yang melahirkan bangsa Indonesia. Akan tetapi situasi dan suasana lingkungan yang terus berubah sejalan dengan proses perkembangan kehidupan bangsa dari waktu ke waktu. Wawasan Kebangsaan Indonesia harus senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan perkembagan dan berbagai bentuk implementasinya.
Makna Wawasan Kebangsaan
Wawasan Kebangsaan bagi bangsa Indonesia memiliki berbagai makna, salah satunya adalah:
1. Wawasan kebangsaan mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa di atas kepentingan individu atau golongan.
2. Wawasan kebangsaan tidak memberi tempat pada patriotisme yang licik
3. Wawasan kebangsaan mengembangkan persatuan Indonesia sedemikian rupa sehingga asas Bhinneka Tunggal Ika dipertahankan.
4. NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur bertekad untuk mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri serta sejahtera lahir batin, sejajar dengan bangsa lain yang sudah maju.
5. Dengan wawasan kebangsaan yang dilandasi oleh pandangan hidup Pancasila, bangsa Indonesia telah berhasil merintis jalan menjalani misinya di tengah-tengah tata kehidupan di dunia.
Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan
Nilai Wawasan Kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa memiliki 6 dimensi yang bersifat mendasar dan fundamental, yaitu sebagai berikut:
1. Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta atas tanah air dan bangsa.
3. Demokrasi atau kedaulatan rakyat.
4. Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan besatu.
5. Masyarakat adil-makmur.
6. Kesetiakawanan sosial.
Asas Wawasan Kebangsaan
Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, dipelihara, ditaati dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya unsur / komponen pembentuk bangsa Indonesia (golongan/suku) terhadap kesepakatan bersama.
Asas Wawasan Kebangsaan terdiri dari:
1. Kepentingan/Tujuan yang sama
2. Solidaritas
3. Keadilan
4. Kerjasama
5. Kejujuran
6. Kesetiaan terhadap kesepakatan
Hakekat Wawasan Kebangsaan
Hakekat Wawasan Kebangsaan Adalah keutuhan nasional / nusantara, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Berarti setiap warga negara dan aparatur negara wajib berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga Negara
Hubungan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional
Dalam penyelenggaraan kehidupan nasional agar senantiasa mengarah pada pencapaian tujuan nasional diperlukan suatu landasan dan pedoman yang kokoh berupa konsepsi wawasan kebangsaan untuk mewujudkan aspirasi bangsa serta kepentingan dan tujuan nasional.
Wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan wawasan nusantara yang tidak lain adalah pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. sedangkan ketahanan nasional adalah kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa wawasan kebangsaan dan Ketahanan Nasional merupakan dua konsepsi dasar yang saling mendukung sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap jaya dan berkembang seterusnya.
FAMILY GATHERING RAJUT KEBERSAMAAN
STMIK PRINGSEWU – Dalam rangka merajut kebersamaan, keluarga besar Lembaga Pendidikan yang dibawah naungan Dr. H. Fauzi mengadakan acara family gathering yang Insya’Allah akan dilaksanakan pada hari Ahad (28/1). Family gathering keluarga besar Lembaga Pendidikan yang dibawah naungan Dr. H. Fauzi kali ini Insya’Allah akan diadakan di pantai klara 1.
Acara family gathering ini bisa menjadi sarana untuk memperkokoh ikatan persaudaraan diantara Dosen, staf dan keluarga karyawan. Lewat acara ini kita ingin menjadikan lembaga pendidikan yang dibawah naungan Dr. H. Hauzi tidak hanya sebagai kerja saja, tetapi juga tempat untuk saling peduli dan support terhadap kelangsungan hidup lembaga pendidikan ini.
Layaknya sebuah keluarga besar, kepada para dosen, staf, dan keluarga dosen bisa saling menguatkan bukan melemahkan dan saling mendukung bukan menjatuhkan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut.
Acara FG penting untuk membangun ikatan emosional antara keluarga besar lembaga pendidikan dibawah naungan Dr. H. Fauzi. Efek dari Family Gathering ini adalah para pegawai dapat bekerja dengan lebih baik. Sebab, bekerja itu bukan semata (mengandalkan) rasio namun juga rasa (kebersamaan/team work).
Dengan adanya FG, peserta lebih mengenal keluarga besar lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Dr. Fauzi. Sebab biasanya kita hanya tahu dengan yang bekerja di satu lembaga pendidikan saja. Namun isteri atau suaminya yang mana, anaknya berapa tidak begitu paham. Dengan adanya acara seperti ini paling tidak bisa menjadi ikhtiar untuk mengenal keluarga besar lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Dr. Fauzi lebih dekat. Mudah-mudahan acara demikian dapat dilanjutkan di tahun mendatang.
Insya’Allah acara yang akan dilaksanakan pada hari Ahad (28/1) yang sudah lama kita nantikan berjalan dengan lancar dan saling mempererat persaudaraan.
PEMBAGIAN HADIAH LOMBA HUT KABUPATEN PRINGSEWU KE 9
STMIK PRINGSEWU – Acara pembagian hadiah lomba yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Pringsewu Ke-9 pada hari Kamis (29/3) berlangsung meriah.
BERIKUT DAFTAR JUARA LOMBA :
JUARA LOMBA SOLO SONG KATEGORI SMA/SMK/MA SEDERAJAT
Juara I : Intan Saputri – MA Usluhudin Kalianda
Juara II : Mona Destiara Safitri – SMA N 1 GADINGREJO
juara III : Nafisa H Fitri – SMA N 1 GADINGREJO
JUARA LOMBA SOLO SONG KATEGORI UMUM
Juara I: Maya Puspita Sari – STMIK PRINGSEWU
Juara II : Adna Refi Anggraini – PRINGSEWU
juara III : Saleh – KOTAAGUNG
JUARA LOMBA FASHION SHOW KATEGORI SMA/SMK/MA SEDERAJAT
Juara I: Ratu Intan – SMA N 1 GADINGREJO
Juara II : Rio Febriansyah – SMK PELITA GADINGREJO
Juara III : Lutfiatun Niswah – PONDOK PESANTREN USHULUDDIN KALIANDA
JUARA LOMBA FASHION SHOW KATEGORI UMUM
Juara I: Rizki Tiara Putri – GEDONGTATAAN
Juara II : Yuli Krismawati – STMIK PRINGSEWU
Juara III : Ocma Pangestika – STIE MUHAMMADIYAH PRINGSEWU
JUARA LOMBA TARI KREASI
Juara I : SMK MUHAMMADIYAH 1 GADINGREJO
Juara II : SMK PELITA PESAWARAN
Juara III : STIE MUHAMMADIYAH PRINGSEWU
JAUARA LOMBA MODERN DANCE
Juara I : Ferluci Dance – WATES
Juara II : Zero Two Dance – PRINGSEWU
Juara III : Novalis Dance – PRINGSEWU
JUARA LOMBA VIDIO KREATIF UCAPAN SELAMAT HUT PRINGSEWU KE-9
Juara I : Palupi Indah – SMK YADIKA PAGELARAN
Juara II : Fiqih Satria – STMIK PRINGSEWU
Juara III : Made Galang – STMIK PRINGSEWU
SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG DAN TERIMA KASIH BANYAK KEPADA PARA PESERTA YANG TELAH BERPARTISIPASI UNTUK BERSAMA-SAMA MENSUKSESKAN KEGIATAN PERLOMBAAN DALAM RANGKA HUT KABUPATEN PRINGSEWU KE-9. TETAP SUKSES DAN TERUS BERKARYA SECARA KREATIF, TERUS BERUPAYA MENJADIKAN DIRI SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT.
MAHASISWA STMIK PRINGSEWU GELAR BAZAR
STMIK PRINGSEWU – Sabtu (31/3), Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu menggelar bazar kewirausahaan di Pendopo Pringsewu yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Pringsewu Barat, Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.
Bazar kewirausahaan tersebut dibuka Dedi Irawan selaku dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan, beliau mengatakan, kami selaku dosen sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Bazar ini tujuannya adalah untuk membina silahturahmi dalam suasana yang berbeda dan menumbuhkan semangat kewirausahaan. Konsep kewirausahaan juga merupakan program Pemerintah yang sedang dilaksanakan saat ini. Bagaimana menumbuhkan kewirausahaan itu disemua lini termasuk mahasiswa. Karena mahasiswa nanti orientasinya setelah lulus tidak hanya mencari pekerjaan tapi mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, selain itu kegiatan tersebut merupakan rangkain kegiatan yang dilakukan dalam rangka HUT Kabupaten Pringsewu ke-9, ucapnya.
Sementara Nur Aminudin selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan menambahkan, kegiatan tersebut mempunyai tujuan untuk (1). Memberikan bekal kepada mahasiswa dalam memperoleh usaha didunia bisnis, (2). Mensosialisasikan para mahasiswa untuk tidak malu bekerja dalam dunia bisnis dan dagang, (3). Menjadikan mahasiswa tangguh dan cermat untuk berinteraksi dengan orang lain, (4). Menghasilkan mahasiswa/i yang kreatif dan inovatif, (5). Memberikan motivasi kepada mahasiswa/i agar mampu membuka usaha sendiri atau membuka lapangan kerja, (6). Memberikan pengalaman berwirausaha untuk mahasiswa/i.
Kami berharap bazar dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke 9 kabupaten pringsewu ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan disemua kalangan. Tumbuhkan Jiwa Kreativitas lewat Bazar Kewirausahaan, Mahasiswa/i program studi S-1 Sistem Informasi, D-3 Manajemen Informatika STMIK Pringsewu juga punya jiwa kewirausahaan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memacu mahasiswa/i STMIK Pringsewu untuk bisa membuat lapangan pekerjaan. STMIK Pringsewu sangat mendukung program pemerintah bahwa orientasi lulusan adalah berwirausaha bukan menggantungkan diri dari instansi negeri maupun swasta,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua BEM STMIK Pringsewu Priyanti sekaligus panitia pelaksana menyampaikan, para mahasiswa diberikan kebebasan berkreasi menciptakan produk yang dijual, serta bebas berinovasi bagaimana cara menjualnya. Banyaknya peserta bazar memberikan makna positif bagi mahasiswa untuk berpikir keras dan cerdas, agar bisa tampil menarik dan unggul dibandingkan yang lain. Selain itu hal yang tak kalah penting adalah memperoleh pengalaman secara nyata, yakni bisa merasakan bagaimana menawarkan dan menjual produk kepada konsumen, ungkap Prianti.
PERINGATI HUT PRINGSEWU KE-9, MAHASISWA STMIK PRINGSEWU GELAR BAKSOS
STMIK PRINGSEWU – Dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Pringsewu ke-9 Unit Kegiatan Mahasiswa STMIK Peduli Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu, Senin (2/4) melaksanakan BAKSOS (Bakti Sosial) turun ke terminal Pringsewu dan pasar Pringsewu.
Presiden Mahasiswa STMIK Pringsewu Priyanti mengatakan, kegiatan ini dilakukan membangun keakraban terhadap masyarakat, dan membangun rasa peduli terhadap sesama, sasaran BAKSOS hari ini tukang becak dan pemulung, untuk hari ini 37 paket sembako yang sudah kita berikan. Kegiatan tersebut adalah salah satu wujud kepedulian sosial mahasiswa STMIK Pringsewu.
BEM STMIK Pringsewu melalui UKM STMIK Peduli Insya’Allah acara baksos rutin untuk masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah Pringsewu. Baksos ini mempunyai 2 tujuan,yakni internal dan eksternal. Tujuan internalnya adalah kaderisasi dalam organisasi, sedangkan tujuan eksternalnya adalah untuk mengamalkan ajaran tentang berbagi rizki dengan kaum dhuafa. Selain itu baksos ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kami selaku aktivis kampus. Kita bisa membantu orang-orang yang lagi membutuhkan, serta semangat mereka bekerja keras demi ingin menghidupi keluarganya patut kita contoh, Rencananya BEM STMIK Pringsewu beserta UKM STMIK Peduli kembali akan melaksanakan baksos tahap 2, ucap Prianti.
Sementara Nur Aminudin Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STMIK Pringsewu mengatakan, kegiatan bakti sosial yang dilaksankan mahasiswa STMIK Pringsewu ini mengajarkan kita untuk saling peduli, mewujudkan rasa cinta kasih, dan saling menolong bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan. Dalam kegiatan bakti sosial kita akan mendapatkan banyak pelajaran, terutama pada lingkungan masyarakat. Kita sebagai manusia memliki kewajiban untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Selain itu, kegiatan bakti sosial juga membantu pembentukan sikap dan kepekaan sosial dari diri kita. Banyak manfaatnya dalam kegiatan Bakti Sosial yang dilakukan mahasiswa STMIK Pringsewu seperti menambah wawasan dan pengetahuan sosial, membantu pembentukan sikap dan kepribadian seseorang, menumbuhkan rasa moralitas yang tinggi, menumbuhkan semangat untuk menemukan inspirasi baru, mengembangkan kepribadian dan rasa saling peduli, melatih jiwa kepemimpinan, dapat membentuk Emotional Intelegent Quotien (EQ) (Melatih kesabaran dan Emosi seseorang), dapat merasakan indahnya berbagi pada sesama, dapat memahami banyak hal dari diri sendiri yang bisa disyukuri daripada dikeluhkan, kita akan merasa bahagia ketika bisa memberi hal yang bermanfaat pada orang lain, ucapnya.
UPACARA HUT KABUPATEN PRINGSEWU KE-9
STMIK PRINGSEWU – Selasa (3/4) Dosen, Mahasiswa/i STMIK Pringsewu, Jajaran BEM STMIK Pringsewu, PK PMII STMIK Pringsewu, mengikuti upacara HUT Kabupaten Pringsewu ke-9 yang dilaksanakan di Lapangan Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu.
Bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan HUT Kabupaten Pringsewu ke-9 Bupati Pringsewu H. Sujadi. Beliau mengatakan, peringatan HUT Kabupaten Pringsewu ke-9 ini hendaknya menjadi momentum melakukan refleksi atas kinerja pembangunan, pemerintahan, dan pelayanan masyarakat.
H. Sujadi juga mengajak, momentum ini untuk menorehkan perjuangan, pengabdian dan karya nyata untuk mewujudkan kesejahteraan di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis dan terwujudnya Pringsewu Barsahaja (Bardaya Saing, Harmonis dan Sejahtera).
Upacara Peringatan HUT Kabupaten Pringsewu ke-9 ini dihadiri Kepala PMD Provinsi Lampung Yuda Setiawan mewakil Gubernur Lampung, Wabup Dr. H. Fauzi, Ketua DPRD H. Ilyasa, Dandim 0424 Tanggamus Lektol Arh. Anang Hasto Utomo, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Resma, Kejari Pringsewu Asep Sontani, Sekdakab Budiman.
Dalam Upacara Peringatan HUT Kabupaten Pringsewu ke-9 tersebut tampak hadir salah satu pendiri Kabupaten Pringsewu Wanawir, jajaran anggota DPRD, seluruh kepala OPD, jajaran ASN, seluruh Camat, kepala pekon, para tokoh agama, OKP dan Ormas, elemen masyarakat serta pelajar SLTA.
Pada kesempatan itu Bupati H.Sujadi menyerahkan berbagai hadiah kepada peraih juara pada peringatan HUT Pringsewu ke-9 juga kepada para pihak yang berprestasi lainnya. Kegiatan diakhiri dengan melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Keputran, Kali Gambang, Kecamatan Sukoharjo,
TIGA TIM MAHASISWA STMIK PRINGSEWU MENGIKUTI LOMBA TTG 2018
BEM STMIK PRINGSEWU – Senin (9/4), Mahasiswa STMIK Pringsewu yang terdiri dari tiga tim mengikuti lomba teknologi tepat guna tahun 2018 yang diselenggarakan di hotel Regency, Gadingrejo Pringsewu. Tim 1 terdiri dari Deni Sswanto, Ibnu Hajar, Renita Fitri Andriyanti, teknologi tepat guna yang diciptakan “Alat Pemberian Pakan Lele Otomatis”, Tim 2 terdiri dari Wahyu Nuswantoro Aji, Arbi Maulana, Riza Imam Az’ari, teknologi tepat guna yang diciptakan “Orang2an Sawah Otomatis”, Tim 3 terdiri dari Adi Kiswanto, Yefando Aljaya, Raka Galinggis, teknologi tepat guna yang diciptakan “Alat Penyiram Tanaman Otomatis”. TIM tersebut didampingi dosen pendamping Sri Ipnuwati, M.Kom., dan Doni Muda P, M.T.I.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk penelitian dan pengembangan. Penerapan yang bertujuan dalam rangka mengembangkan penerapan praktis nilai inovasi dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang telah ada.
Dalam produk atau proses produksi mahasiswa STMIK Pringsewu menghasilkan nilai-nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan meningkatkan mutu kehidupan manusia, dan yang pasti tekhnologi tepat guna yang dibuat mahasiswa STMIK Pringsewu sesuai dengan kebutuhan manusia.
Dr. H. Fauzi Wakil Bupati Kabupaten Pringsewu membuka kegiatan lomba teknologi tepat guna tahun 2018. Lomba yang digelar di Hotel Regency Pringsewu ini diikuti sebanyak 31 peserta, baik dari Kabupaten Pringsewu maupun dari sejumlah kabupaten dan kota se Provinsi Lampung, dengan kategori 18 peserta umum dan 13 peserta pelajar.
Sedangkan tim juri berasal dari Polinela Lampung, Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, STMIK Pringsewu, serta pendamping desa Kabupaten Pringsewu. Dalam pembukaan tersebut tampak hadir, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu lr.Hi.Junaidi Hasyim, Kepala Bappeda Kabupaten Pringsewu Relawan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Drs.Hi.Tri Prawoto, serta jajaran Pemkab Pringsewu lainnnya.
Dr. H. Fauzi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pihak penyelenggara lomba, yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pringsewu, yang telah menyelenggarakan kegiatan lomba teknologi tepat guna ini, sebagai upaya dalam rangka menumbuh kembangkan dan mendorong kemajuan inovasi teknologi, sekaligus memberikan penghargaan kepada para peneliti, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.
Beliau berharap melalui lomba tersebut akan dihasilkan teknologi baru ataupun teknologi terapan yang dapat dikembangkan lebih lanjut guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Lebih lanjut dikatakan Fauzi, teknologi tepat guna merupakan sebuah teknologi yang diciptakan untuk semakin meningkatkan dan membuat pekerjaan manusia semakin mudah dan lancar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan nilai ekonomi.
Beliau menambahkan, dalam persaingan masyarakat global, produk-produk teknologi terapan kita dinilai masih sangat tertinggal, sehingga masyarakat perlu dipacu agar dapat lebih kreatif dan inovatif, diantaranya melaui lomba teknologi tepat guna tersebut.
JUM’AT BERKAH, MAHASISWA STMIK PRINGSEWU BERBAGI SEGO BUNGKUS
STMIK PRINGSEWU – Kehidupan memang mengajarkan tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengajarkan untuk berbagi kepada yang membutuhkan. Model berbagi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Tak ubahnya sekedar memberi sebungkus nasi kepada yang membutuhkan, seperti yang dilakukan oleh BEM STMIK Pringsewu dengan UKM STMIK Pringsewu Peduli Soisal, Jum’at (13/4).
Presiden mahasiswa STMIK Pringsewu Prianti mengatakan, untuk seseorang bersedekah tidak harus menunggu waktu lama saat kaya. Dalam kondisi dan keadaan apapun ia memiliki kesempatan untuk bersedekah. Justru disaat sempit bersedekah agar lapang.
Dia menilai mindset nya dulu yang harus diperbaiki jangan karena punya baru berbagi. Jangan karena masih punya uang baru beramal. Justru amal kita yang akan memudahkan rezeki, ucapnya.
Prianti menambahkan, BEM STMIK Pringsewu melalui UKM STMIK Pringsewu Peduli Sosial ini terus berkiprah dan berinovasi dalam mengembangkan kegiatan kemanusiaan yang lebih kreatif dan pastinya tetap bermanfaat. Model kegiatan yang inovatif diharapkan agar tidak membosankan baik bagi UKM tersebut maupun rekan-rekan yang dengan sukarela membantu proses berjalannya kegiatan kemanusiaan ini. Kami terus lakukan inovasi kegiatan agar tidak jenuh, namun tetap mengarah pada kegiatan kemanusiaan.
UKM STMIK Pringsewu Peduli Sosial membagikan nasi bungkus hari ini sebanyak 85 nasi bungkus di lingkungan pasar Pringsewu dan pasar pagi Pajaresok. Sasaran kegiatan berbagi sedekah nasi bungkus ini tukang becak, tukang parkir, pemulung, tukang bersih-bersih pasar, tukang ojek, dan pedagang.
Sementara, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Nur Aminudin, M.T.I mengapresiasi dan bangga kepada mahasiswa STMIK Pringsewu yang mau terlibat dalam kegiatan sosial.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat bakatnya, belajar bekerja sama dalam menyelenggarakan sebuah even, melatih jiwa kepemimpinan, dan melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Mahasiswa STMIK Pringsewu peduli dengan permasalahan sosial yang ada di sekitar. Ketika kita melihat suatu keadaan tertentu, ketika kita menyaksikan kondisi masyarakat maka kita akan tergerak melakukan sesuatu. Apa yang kita lakukan ini diharapkan dapat memperbaiki atau membantu, ucapnya.
Beliau menambahkan, menjadi mahasiswa berprestasi di bidang akademis memang sesuatu yang amat dibanggakan oleh mahasiswa, namun jangan lupa bahwa berprestasi bisa kita lakukan di luar lingkungan perkuliahan, yaitu dengan sikap peduli terhadap isu-isu sosial yang ada di sekitar kita. Mungkin bantuan yang kita berikan tidak begitu bernilai bagi kita, namun kita tidak pernah tau seperti apa manfaat bantuan yang kita berikan bagi orang lain yang membutuhkan. Sedikit bantuan kecil dari kita, akan sangat berarti dan besar manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan.
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261).
Ayat ini berpesan agar tidak merasa berat membantu karena apa yang dinafkahkan akan tumbuh dan berkembang degan berlipat ganda. Perumpaman keadan yang sangat memungkinkan dari orang-orang yang menafkahkan harta mereka dengan tulus di jalan Allah SWT adalah serupa dengan keadaan yang memungkinkan dari seorang petani yang menabur butir benih. Sebutir benih yang ditanamnya menumbuhkan tujuh butir, dan pada setiap butir terdapat setatus biji.
Transformasi Logo STMIK PRINGSEWU
Logo baru STMIK Pringsewu yang merupakan distilasi dari beberapa materi yang diolah sehingga tidak hanya menjadi sebuah logo yang indah, tetapi memiliki makna yang mendalam, sehingga dapat mewakili visi dan misi dari STMIK Pringsewu untuk terus maju dan berkembang.
1Lima kelopak bunga berbingkai garis putih bermakna lambang pancasila, merupakan azas negara yang menjadi pedoman bagi civitas akademika STMIK PRINGSEWU yang diarahkan pada kepentingan Negara, bangsa dan agama.2Warna biru bermakna ruang terbuka, imajinasi dan inspirasi, diharapkan seluruh civitas akademika STMIK PRINGSEWU memiliki pemikiran terbuka, imajinasi dan menjadi inspirasi banyak orang.3Warna kuning bermakna kecerdasan, kreatif, olah pikir dan optimis, diharapkan STMIK PRINGSEWU menghasilkan output yang memiliki kecerdasan, kreatif, olah pikir dan optimis.4Tombak segitiga bermakna Tridharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian), dan mewakili unsur bilangan 3 (tiga) sebagai bulan berdirinya STMIK PRINGSEWU.5Lingkaran bermakna bergerak dinamis, memiliki kecepatan, berkualitas dan dapat diandalkan, diharapkan STMIK PRINGSEWU menjadi kampus yang bergerak dinamis, berkualitas dan dapat diandalkan.6Siger bermakna ciri khas daerah lampung, keberadaan STMIK PRINGSEWU berlokasi di kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung.7Komputer bermakna STMIK PRINGSEWU merupakan Perguruan Tinggi berbasis Teknologi Informasi dan menghasilkan Sarjana yang ahli dibidang Teknologi Informasi. Lingkaran Kuning dan Merah bermakna kecerdasan dan keberanian.
Sabtu, 17 November 2018
PERINGATI HARI KARTINI KE-139, MAHASISWA STMIK PRINGSEWU IKUTI LOMBA MASAK NASI GORENG
STMIK PRINGSEWU – Suasana halaman kampus STMIK Pringsewu terlihat semarak dan penuh canda tawa, Sabtu (21/4). Hal ini seiring adanya lomba masak nasi goreng yang dikhususkan bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu.
Prianti selaku pelaksana sekaligus Presiden mahasiswa STMIK Pringsewu mengatakan, lomba masak dalam rangka memperingati hari lahir Kartini ke-139 itu berlangsung sekitar 30 menit yang diikuti 9 kelompok. Selama lomba berlangsung, terlihat tingkah lucu dari peserta saat mempersiapkan masakan.
Prianti menambahkan, bahwa tim juri terdiri dari dosen STMIK Pringsewu yakni Marilin, Ida Ayu Putu Anngi S, Erliza Septia Nagara. Untuk pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada hari Ahad (22/4) berbarengan dengan LOMBA DA’I STMIK PRINGSEWU, ucapnya.
STMIK PRINGSEWU – SARASEHAN KEBANGSAAN
STMIK PRINGSEWU – Bertempat di Aula Lt. II Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu (Sabtu, 28/4) akan menyelenggarakan sarasehan kebangsaan dengan tema “Dalam Rangka Membendung Arus Radikal dan Terorisme di Wilayah Hukum Polda Lampung” jam 08.00 WIB s.d selesai, dengan narasumber :
1. Kombes Pol Yosi Hariyoso (Kepala Biro Operasi Polda Lampung)
2. Ken Setiawan (Mantan Komandan Negara Islam Indonesia)
Kegiatan tersebut merupakan kerjasama STMIK Pringsewu, Polda Lampung dan Republik Ngapak Indonesia
STMIK PRINGSEWU PERINGATI ISRA’ MI’RAJ 1439 H
STMIK PRINGSEWU – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu, Ahad malam Senin (22/4) memperingati Isra Mi’raj 1439 H sekaligus silaturahmi yang diselenggarakan di halaman kampus setempat dengan penceramah Ustadz Muhammad Saefuddin mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu. Acara diawali oleh penampilan group hadroh pondok pesantren baitul qur’an dibawah pimpinan H. Abdul Hamid Alhafiz.
Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan sebuah peristiwa perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha dan sampai di langit ketujuh Surga Baitul Makmur untuk menerima perintah menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Peristiwa mulia tersebut dapat diperingati sebagai wujud rasa syukur para umatnya. Peringatan Isra Mi’raj juga dapat dijadikan momentum bagi para institusi/lembaga untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan bagi para pegawai di lingkungan STMIK Pringsewu maupun masyarakat.
BEM STMIK PRINGSEWU GALANG BANTUAN LOMBOK
STMIK PRINGSEWU – Jum’at (24/8), BEM STMIK Pringsewu menyerahkan bantuan untuk korban gempa di Lombok melalui Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, batuan diserahkan hari pukul 10.00 dan diterima oleh Hartadi, S. Sos.
Prianti Presiden Mahasiswa STMIK Pringsewu mengatakan, kepedulian terhadap orang tertimpa musibah merupakan salah satu hal yang penting dimiliki untuk menunjukkan karakter ahklak mulia. Prianti menegaskan, bantuan terhadap orang tertimpa musibah di Lombok melalui Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu berupa Pakaian layak pakai sebanyak 8 Kardus besar dan 3 karung besar yg dihimpun beberapa hari yang lalu.
Prianti menambahkan, setiap individu selayaknya punya rasa peduli terhadap sesama, dimana hal ini bisa memberikan berbagai manfaat antara lain membantu mengatasi permasalahan dalam masyarakat. Selain itu, kepedulian sesama juga membuat rasa kebersamaan semakin terbangun, ucapnya.
Sementara Nur Aminudin selaku Wakil Ketua III STMIK Pringsewu mengatakan, setiap mahasiswa, ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya adalah aktor penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita pencerahan kehidupan bangsa kita di masa depan. Mahasiswa sangat potensial untuk ikut serta menangani bencana alam di Indonesia. Dengan bekal akademik serta pamor mahasiswa yang terbukti paling peduli terhadap persoalan bangsa, cukuplah sebagai modal bagi institusi untuk berpartisipasi aktif menanggulangi bencana-bencana di Indonesia.
Dibalik semua bencana tersebut terdapat ladang amal shalih yang sangat luas bagi masyarakat yang tidak terkena bencana. Inilah saatnya bagi masyarakat untuk meluangkan waktu, tenaga, fikiran, harta benda dan keahlian mereka guna membantu korban bencana. Makanan, minuman, obat-obatan, air bersih, pakaian, selimut, tenda, dan banyak hal mendesak lainnya dibutuhkan oleh ratusan ribu masyarakat yang terkena bencana.




