Senin, 19 Agustus 2019

Perulangan atau Looping dalam java

        Mengenal tipe data dasar di Java

Berurusan dengan tipe data untuk variabel, Java memiliki sangat banyak tipe data yang dasar dan kompleks. Tipe data yang kompleks dapat Anda temukan seperti ArrayList, HashMap, HashTable, Vector, Array, dan lainnya. Untuk tipe data dasar, Anda dapat menggunakan intfloatdoubleStringBoolean, dan lainya. Untuk membuat sebuah array dari tipe data dasar, Anda dapat menggunakan tanda "[]" setelah mengetik tipe data yang Akan Anda gunakan.
Sekarang mari kita buat sebuah filedengan nama HelloVariabel.java dan buat kode berikut di dalam file tersebut:
public class HelloVariable {

    public static void main(String[] args) {
        int umur = 10;
        double gravitasi = 9.8;
        String nama = "wahyu setiawan";
        Boolean bukan_dosen = false;
        String[] superhero = new String[]{"gundala", "wiro sableng", "srikandi", "sibuta", "sipahit lidah", "si pitung"};

        System.out.println("umur: " + umur);

        System.out.println("gravitasi: " + gravitasi);

        System.out.println(nama instanceof String);
        System.out.println("nama: " + nama);

        System.out.println(superhero instanceof String[]);
        System.out.println("superhero 1: " + superhero[0]);
        System.out.println("superhero 2: " + superhero[1]);
        System.out.println("superhero 3: " + superhero[2]);
        System.out.println("superhero 4: " + superhero[3]);
        System.out.println("superhero 5: " + superhero[4]);
        System.out.println("superhero 6: " + superhero[5]);
    }

}
Ada beberapa hal yang perlu Anda telisik terlebih dahulu. Jangan sampai bagian ini terlewat yah:
  • Untuk mendeklarasikan sebuah variabel, Anda harus menulis terlebih dahulu tipe data variabelnya, kemudian nama variabel, dan wajib menginisialisasi variabel agar tidak error
  • Untuk membuat sebuah array Anda dapat menggunakan tanda "[]" setelah mengetik tipe data, kemudian nama variabel dan Anda harus memanggil keyword new untuk membuat sebuah array
  • Untuk menyambung string Anda dapat menggunakan tanda "+" untuk menyambung string dengan isi variabel
  • Anda dapat menggunakan keywordinstanceof untuk menyelidiki tipe data dari variabel
  • Untuk mengakses array Anda dapat langsung mengakses indeksnya dengan angka yang dimulai dari 0
Sekarang mari kita jalankan program kecil tersebut dengan menggunakan perintah seperti berikut:
$ javac HelloVariable.java
$ java HelloVariable
umur: 10
gravitasi: 9.8
true
nama: wahyu setiawan
true
superhero 1: gundala
superhero 2: wiro sableng
superhero 3: srikandi
superhero 4: si buta
superhero 5: sipahit lidah
superhero 6: si pitun

Kondisional di Java

Untuk membuat sebuah kondisional di Java, cukup mudah. Sintaksnya tidak jauh berbeda dengan PHP dan C. Silahkan buat file dengan nama HelloIf.java kemudian buat kode berikut:
public class HelloIf {

    public static void main(String[] args) {
        Boolean bukan_dosen = true;

        if (bukan_dosen){
            System.out.println("Tidak boleh mengakses halaman dosen...");
        }
        else {
            System.out.println("Boleh mengakses halaman dosen...");
        }
    }
}
Sekarang mari kita jalankan program kecil tersebut:
$ javac HelloIf.java
$ java HelloIf
Tidak boleh mengakses halaman dosen...

Pengulangan di Java

Sama halnya dengan kondisional, untuk membuat sebuah pengulangan "for" di Java, cukup mudah. Sintaksnya tidak jauh berbeda dengan PHP dan C. Silahkan buat file dengan nama HelloFor.java kemudian buat kode berikut:
public class HelloFor {

    public static void main(String[] args) {
        for (int i = 0; i 
Sekarang mari kita jalankan program kecil tersebut:
$ javac HelloFor.java
$ java HelloFor
Variabel i saat ini: 0
Variabel i saat ini: 1
Variabel i saat ini: 2
Variabel i saat ini: 3
Variabel i saat ini: 4
Variabel i saat ini: 5
Variabel i saat ini: 6
Variabel i saat ini: 7
Variabel i saat ini: 8
Variabel i saat ini: 9

Jumat, 25 Januari 2019

Macam macam hacker

Macam - Macam Jenis Hacker - PuskesIT


( Anonymous )

A. Grey Hat Hacker
Jenis hacker ini merupakan jenis hacker yang sifatnya berada di antara white hat hacker dan black hat hacker. Hacker yang satu ini tidak memiliki ketetapan dalam memegang prinsipnya. Oleh sebab itu, jenis hacker yang satu ini biasanya memegang standar etika yang sifatnya ganda pada setiap kegiatan hacking-nya. Jadi, bisa dalam beberapa saat hacker ini memegang teguh prinsip hacker namun pada keadaan yang lain hacker yang satu ini dapat melanggar batas-batas hukum yang telah ditetapkan.

B. Script Kiddie Hacker
Hacker ini merupakan jenis hacker yang tidak begitu menguasai mengenai sistem komputer. Namun bukan berarti hacker ini tidak dapat menembus suatu sistem komputer, hacker jenis ini masih dapat menembus sistem komputer dengan cara memanfaat software buatan orang lain.

C. Hacktivist Hacker
Kemampuan jenis hacker ini digunaka untuk menebar pesan-pesan yang sifatnya bersinggungan dengan politik, ideology beserta agama. Biasanya jenis hacker ini melakukan teknik deface pada setiap website yang berhasil mereka retas yang tujuannya digunakan untuk menampilkan pesan-pesan tersebut pada website yang menjadi korban retasan hacker.

D. Black Hat Hacker
Hacker ini merupakan tipe hacker yang kegiatan hackingnya dilakukan untuk menembus sistem keamanan suatu sistem dengan tujuan utamanya adalah melakukan kerusakan. Mulai dari pencurian identitas, menghapus file dan berbagai jenis kerusakan lain yang pada intinya sifatnya sangat merugikan. Jenis hacker ini biasa disebut cracker.

E. White Hat Hacker
Hacker ini merupakan hacker yang sangat teguh pada setiap prinsip standar etika yang sudah ditetapkan. Dalam arti, setiap aktivitas hacking yang dilakukan sifatnya tidak boleh merugikan pihak lain. Lalu untuk apa hacker tersebut melakukan aktivitas hacker? Tujuan tipe hacker ini dalam setiap kegiatan hacking yang dilakukannya sifatnya untuk uji ketahanan suatu sistem atau server. Oleh sebab itu, tipe hacker ini selalu suka mempelajari tentang suatu sistem dan kebanyak hacker tipe ini berprofesi sebagai konsultan keamanan suatu server atau website.

Setelah membaca pemaparan di atas, mungkin sudah terbesit dalam benak Anda untuk menjadi seorang Hacker. Tenang saja, berikut in merupakan tips untuk menjadi seorang Hacker.

Macam macam firus

Macam-macam Jenis Virus


( Virus )

1. Spoofing

Spoofing adalah teknik untuk mendapatkan akses yang tidak sah ke suatu komputer atau informasi. Dalam teknik Spoofing, untuk memalsukan bahwa mereka adalah host yang terpercaya, penyerang berpura-pura agar pengguna tidak mengetahui teknik ini.

2. DDOS (distributed denial of service)

Serangan DDOS merupakan serangan trhadap komputer atau server di dalam sebuah jaringan dengan cara menghabiskan resource yang dimiliki komputer. Sehingga komputer tersebut tidak bisa berjalan dengan baik sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang.

3.DNS Poisoning

DNS Poisoning adalah cara untuk menembus pertahanan dengan menyampaikan IP Address mengenai host. DNS Poisoning mempunyai tujuan mengalihkan lalu lintas paket data dari tujuan aslinya.

4. Sniffer

Sniffer Paket atau penganalisa paket dapat pula diartikan 'penyadap paket') yang juga dikenal sebagai Network Analyzers atau Ethernet Sniffer ialah sebuah aplikasi yang dapat melihat lalu lintas data pada jaringan komputer. Dikarenakan data mengalir secara bolak-balik pada jaringan, aplikasi ini menangkap tiap-tiap paket dan kadang-kadang menguraikan isi dari RFC(Request for Comments) atau spesifikasi yang lain. Berdasarkan pada struktur jaringan (seperti hub atau switch), salah satu pihak dapat menyadap keseluruhan atau salah satu dari pembagian lalu lintas dari salah satu mesin di jaringan.


5. Trojan Horse

Trojan horse atau Kuda Troya atau yang lebih dikenal sebagai Trojan dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Tujuan dari Trojan adalah memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak akses pada target).


6. SQL Injection

Injeksi SQL atau SQL Injection memiliki makna dan arti yaitu sebuah teknik yang menyalahgunakan sebuah celah keamanan yang terjadi dalam lapisan basis data sebuah aplikasi. Celah ini terjadi ketika masukan pengguna tidak disaring secara benar dari karakter-karakter pelolos bentukan string yang diimbuhkan dalam pernyataan SQL atau masukan pengguna tidak bertipe kuat dan karenanya dijalankan tidak sesuai harapan.

7. Worm

Meskipun tidak terlalu berbahaya, namun jika dibiarkan terus menerus maka virus ini akan membuat penyimpanan komputer anda penuh dengan sangat cepat. Pasalnya, Worm sendiri merupakan salah satu virus yang mempunyai kemampuan menggandakan diri. Tentu saja ini tidak bisa terlalu lama dibiarkan berada di dalam komputer. Selain itu, Worm dapat menginfeksi komputer pengguna melalui email dan jaringan internet, sama halnya dengan Trojan.

8. Memory Resident Virus

Memory Resident Virus merupakan jenis virus komputer yang diciptakan untuk menginfeksi memori RAM. Tentu efek yang ditimbulkan dari virus ini akan mengganggu program komputer dan bahkan dapat membuat komputer menjadi sangat lambat. Adapun Memory Resident Virus akan aktif secara otomatis ketika sistem operasi komputer dinyalakan.

9.  Multipartite Virus

Fungsinya sendiri sebenarnya hampir sama dengan Memory Resident Virus, yakni sama-sama menyerang memori RAM yang kemudian akan menginfeksi sistem operasi tertentu lalu setelah itu merambah kebagian hardisk. Jika tidak diatasi dengan segera maka virus ini akan sangat menggangu. Pasalnya, Multipartite Virus sendiri mempunyai kemampuan menyerang dengan cepat sehingga dinilai sangat membahayakan kesehatan RAM maupun Hardisk komputer anda.

10. Web Scripting Virus

Web Scripting sebenarnya bukan sebuah virus, melainkan adalah suatu kode program yang digunakan untuk mengoperasikan konten yang ada dalam website. Kenapa jadi digolongkan sebagai virus? Meskipun fungsinya demikian, namun karena Web Scripting kerap mengganggu program-program pada komputer, hal itulah yang kemudian membuatnya digolongkan sebagai salah satu virus yang bernama Web Scripting Virus

11. FAT Virus

FAT Virus atau File Allocation Table Virus adalah sejenis virus komputer yang mempunyai kemampuan untuk merusak file yang ada pada perangkat komputer kita. Selain itu, kemampuan virus ini yang sangat berbahaya adalah dapat dengan mudah menyebunyikan berbagai file penting kita, sehingga seakan-akan file tersebut hilang atau telah terhapus.

12. Companion Virus

Companion Virus juga merupakan salah satu jenis virus yang dapat mengganggu data-data pribadi kita. Virus ini sendiri sulit dideteksi, karena mempunyai kemampuan bersembunyi di dalam hardisk, dan bahkan dapat mengubah format data kita menjadi format data file palsu. Contohnya, Data Kita.jpg dirubah virus ini menjadi Data Kita.Apk. Dengan itu, otomatis kita akan dibuat kesulitan mencari data yang sesungguhnya.

13. Polymorpic Virus

Polymorpic Virus merupakan salah satu virus yang sangat sulit untuk dideteksi dan dibersihkan, karena virus ini sendiri mempunyai kemampuan yang sedikit pintar. Pasalnya, Polymorpic Virus dapat membuat dirinya bersandi dengan otomatis saat sedang menginfeksi sistem. Bahkan, virus ini serta mempunyai kemampuan untuk mengubah strukturnya dan memanipulasi antivirus agar tidak menggolongkannya sebagai sebuah virus.

14. Directory Virus

Directory Virus adalah sejenis virus yang dapat menginfeksi file berekstensi .exe, cara kerjanya adalah membuat sebuah program .exe tersebut hilang atau error tanpa alasan jelas saat sedang dijalankan. Dan saat anda menjalankan program tersebut, maka secara otomatis virus ini juga akan bekerja dan akan menginfeksi sistem lain. Jika virus ini sudah mulai menginfeksi, komputer anda kemungkinan akan melambat dan banyak program yang tidak dapat dibuka. Serta antivirus sendiri tidak mempan untuk membersihkan Directory Virus ini.

15. Macro Virus

Macro Virus biasanya akan mengganggu sekaligus menginfeksi file-file makro seperti .docm.xls.pps dan sejenisnya. Virus ini dibuat dengan bahasa pemrograman suatu aplikasi, justru hal itu dinilai lebih sulit dibanding dengan bahasa pemrograman suatu sistem operasi. Untuk penyebarannya sendiri, Macro Virus sering kali datang dari email-email yang pengguna terima.

16. Boot Sector Virus

Boot Sector Virus tidak menyerang program-program yang terdapat pada komputer anda, namun justru langsung menyerang bagian terkecil dalam hardisk yang disebut dengan sektor boot. Sementara Boot Sector Virus biasanya bersembunyi di dalam komponen floppy disk. Dengan kemampuan tersebut, virus ini lebih diunggulkan karena dapat bergerak ke mana pun dan menginfeksi file apa pun yang ada pada hardisk tersebut.

17. Overwrite Virus

Overwrite Virus ternyata memiliki kemampuan yang cukup hebat untuk sebuah virus, karena mampu menghapus file atau data yang sudah terinfeksi tanpa mengurangi kapasitas hard disk komputer anda. Artinya, virus ini dapat menghapus berbagai data yang ada pada perangkat komputer pengguna, baik itu data penting atau pun yang tidak semuanya bisa saja terhapus dengan otomatis tanpa mengurangi kapasitas hardisk anda. Misalnya, anda memiliki data sebesar 1 GB. Data tersebut kemudian hilang dengan otomatis dikarenakan terinfeksi oleh Overwrite Virus. Meskipun demikian, kapasitas hardisk anda akan tetap terpakai sebanyak 1 GB walaupun sebenarnya data tersebut sudah terhapus.

18. Direct Action Virus

Virus ini tergolong mudah dibersihkan dan biasanya sering menginfeksi jenis file Bat Autoxec yang ada pada hardisk. Direct Action Virus sendiri akan aktif secara otomatis saat sistem operasi komputer dinyalakan. Bahaya yang lain dari virus ini adalah mampu menginfeksi perangkat eksternal seperti flashdisk dan lainnya.

Minggu, 13 Januari 2019

tugas 3.5

Private Sub cmdBatal_Click()
txtNama = ""
txtNik = ""
txtGol = ""
txtKode = ""
txtStatus = ""
txtTahun = ""
txtJabatan = ""
txtBagian = ""
txtGapok = ""
txtTunjangan = ""
txtTotalg = ""
txtTerbilang = ""
End Sub

Private Sub cmdKeluar_Click()
End
End Sub

Private Sub cmdLagi_Click()
txtNama = ""
txtNik = ""
txtGol = ""
txtKode = ""
txtStatus = ""
txtTahun = ""
txtJabatan = ""
txtBagian = ""
txtGapok = ""
txtTunjangan = ""
txtTotalg = ""
txtTerbilang = ""
End Sub

Private Sub cmdProses_Click()
Dim kode As String

txtTahun = Left(txtNik.Text, 4)
txtKode = Mid(txtNik, 7, 1)

kode = Mid(txtNik.Text, 5, 1)
If kode = "A" Then
txtGol = "A"
txtJabatan = "Manager"
txtGapok = "4000000"
txtTunjangan.Text = "1025000"
ElseIf kode = "B" Then
txtGol = "B"
txtJabatan = "Ka. Seksi"
txtGapok = "3500000"
txtTunjangan = "975000"
ElseIf kode = "C" Then
txtGol = "C"
txtJabatan = "Staff"
txtGapok = "Ka. Seksi"
txtTunjangan = "925000"
End If

kode = Right(txtNik, 3)
If kode = "KEU" Then
txtBagian = "Accounting"
ElseIf kode = "ADM" Then
txtBagian = "Administrasi"
ElseIf kode = "SDM" Then
txtBagian = "General Affair"
ElseIf kode = "EDP" Then
txtBagian = "IT Unit"
ElseIf kode = "SPM" Then
txtBagian = "Security"
End If

kode = Mid(txtNik, 7, 1)
If kode = "S" Then
txtStatus = "Single"
ElseIf kode = "M" Then
txtStatus = "Menikah"
ElseIf kode = "J" Then
txtStatus = "Janda"
ElseIf kode = "D" Then
txtStatus = "Duda"
End If

txtTotalg = Val(txtGapok) + Val(txtTunjangan)

If txtTotalg.Text <> "" Then
    txtTerbilang.Text = AngkaTerbilang(txtTotalg.Text) + "Rupiah"
Else
    txtTerbilang.Text = ""
End If

End Sub

Private Sub Form_Load()
txtGol.Enabled = False
txtKode.Enabled = False
txtStatus.Enabled = False
txtTahun.Enabled = False
txtJabatan.Enabled = False
txtBagian.Enabled = False
txtGapok.Enabled = False
txtTunjangan.Enabled = False
txtTotalg.Enabled = False
txtTerbilang.Enabled = False
End Sub

Private Sub txtTotalg_Change()
On Error Resume Next
If txtTotalg.Text <> "" Then
    txtTerbilang.Text = AngkaTerbilang(txtTotalg.Text) + "Rupiah"
Else
    txtTerbilang.Text = ""
End If
End Sub

Module 3.5
'membuat fungsi angka terbilang
Public Function AngkaTerbilang(ByVal nilai As Currency) As String
Dim satuan As Variant
satuan = Array("", "Satu", "Dua", "Tiga", "Empat", "Lima", "Tujuh", "Delapan", "Sembilan", "Sepuluh", "Sebelas")
Select Case nilai
    Case 0 To 11
        AngkaTerbilang = "" + satuan(Fix(nilai))
    Case 12 To 19
        AngkaTerbilang = AngkaTerbilang(nilai Mod 10) + "Belas"
    Case 20 To 99
        AngkaTerbilang = AngkaTerbilang(Fix(nilai / 10)) + "Puluh" + AngkaTerbilang(nilai Mod 10)
    Case 100 To 199
        AngkaTerbilang = "Seratus" + AngkaTerbilang(nilai - 100)
    Case 200 To 999
        AngkaTerbilang = AngkaTerbilang(Fix(nilai / 100)) + "Ratus" + AngkaTerbilang(nilai Mod 100)
    Case 1000 To 1999
        AngkaTerbilang = "Seribu" + AngkaTerbilang(nilai - 1000)
    Case 2000 To 999999
        AngkaTerbilang = AngkaTerbilang(Fix(nilai / 1000)) + "Ribu" + AngkaTerbilang(nilai Mod 1000)
    Case 1000000 To 999999999
        AngkaTerbilang = AngkaTerbilang(Fix(nilai / 1000000)) + "Juta" + AngkaTerbilang(nilai Mod 1000000)
    Case Else
    AngkaTerbilang = AngkaTerbilang(Fix(nilai / 1000000000)) + "Milyar" + AngkaTerbilang(nilai Mod 1000000000)
End Select
End Function